Benteng vredeburg Jogja

Museum Benteng vredeburg

Benteng Vredeburg Hotel KeluargaHotel di Jogja. Benteng vredeburg terletak di sudut Jl.A yani yang berhadapan dengan gedung dan kantor pos utama Yogyakarta. Di dalam benteng ini ditampilkan diorama yang menceritakan perjalanan panjang bangsa Indonesia menggapai kemerdekaannya. Benteng ini di bangun oleh sri sultan hamengku buwono 1 pada tahun 1765 – 1788. Benteng vredeburg, yang artinya perdamaian ini, berbentuk bujur sangkar dan memiliki empat sudut yang disebut selaka. Benteng yang mampu menampung 500 orang ini mempunyai parit di sekelilingnya yang digunakan sebagai perintang serangan musuh. Juga terdapat empat buah anjungan untuk menempatkan dan menembakkan meriam-meriam, Hotel di Jogja tempat upacara, serta bangunan-bangunan tempat tinggal prajuritdan perwira.

Pada tanggal 9 agustus 1980 benteng veredeburg resmi menjadi pusat informasi dan pembangunan budaya nusantara. Benteng vredeburg pertama kali dibangun pada tahun 1760 atas perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono I dan permintaan pihak pemerintah Belanda yang saat itu dipimpin oleh Nicholaas Harting yang menjabat sebagai Gubernur Direktur Pantai Utara Jawa. Hotel di Jogja Adapun dalih awal tujuan pembangunan benteng ini adalah untuk menjaga kemananan keratin. Akan tetapi, maksud sebenarnya dari keberadaan benteng ini adalah untuk memudahkan pengawasan pihak Belanda terhadap segala kegiatan yang dilakukan pihak keraton Yogyakarta. Museum Benteng Vredeburg - Hotel Keluarga Pembangunan benteng pertama kali hanya mewujudkan bentuk sederhana, yaitu temboknya yang ahnya berbahankan tanah, ditunjang dengan tiang-tiang yang terbuat dari kayu pohon kelapa dan aren, dengan atap ilalang. Hotel di Jogja Bangunan tersebut dibangun dengan bentuk bujur sangkar yang di keempat ujungnya dibangun seleka atau bastion. Oleh Sri Sultan HB IV, keempat sudut itu diberi nama Jaya Wisesa (sudut barat laut), Jaya Purusa (sudut timur laut), Jaya Prakosaningprang (sudut barat daya), dan Jaya Prayitna (sudut tenggara). Kemudian pada masa selanjutnya, gubernur Belanda yang bernama W.H. Van Ossenberg mengusulkan agar benteng ini dibangun lebih permanen dengan maksud kemanan yang lebih terjamin.

Kemudian pada tahun 1767, pembangunan benteng mulai dilakukan di bawah pengawasan seorang arsitek Belanda bernama Ir. Frans Haak dan pembangunannya selesai pada tahun 1787. Setelah pembangunan selesai, benteng ini diberi nama “Rustenburg” yang berarti benteng peristirahatan. Pada tahun 1867, terjadi gempa hebat di Yogyakarta dan mengakibatkan banyak bangunan yang runtuh, termasuk Rustenburg. Kemudian, segera setelahnya diadakan pembangunan kembali benteng Rustenburg ini yang kemudian namanya diganti menjadi “Vredeburg” yang berarti benteng perdamaian. Hal ini sebagai wujud simbolis manifestasi perdamaian antara pihak Belanda dan Keraton.Hotel di Jogja