Museum Batik Yogyakarta

Museum Batik Yogyakarta

Hotel di Jogja. Museum ini terletak di jalan Dr. Sutomo 13 Yogyakarta. Berdiri pada tanggal 25 mei 1977 dan menempati areal seluas 4010 m2. Koleksi yang dimiliki berupa beraneka ragam kain batik berupa kain panjang, sarung, selendang, tokwi/taplak dan sebagainya dengan motif gaya yogyakarta, surakarta, madura dan tempat-tempat lain di Indonesia.Museum Batik - Hotel Keluarga Koleksi lainnya berupa peralatan membatik mualai dari canthing, cap beraneka motif, bahan pewarna dan paraffin(malam). Koleksi batik tertua dibuat pada tahun 1780. Pengelola museum juga dapat memberikan fasilitas pelatihan (workshop) membatik bagi pengunjung yang mengiginkan. Batik yang telah disetujui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Hotel di Jogja Beberapa orang sudah mengabadikan hidup mereka untuk melestarikan warisan budaya ini dan salah satunya adalah Hadi Nugroho mendirikan museum batik Yogyakarta sekaligus pemilik museum ini.

Museum ini didirikan pada tanggal 12 Mei 1977 di Jl. Dr. Sutomo No. 13 A Yogyakarta. Museum ini mendiami area seluas 400 m2 dan sekaligus dijadikan tempat tinggal pemiliknya. Selain berkonsentrasi pada koleksi, Museum Batik Yogyakarta juga mengembangkan klinik perawatan dan konservasi batik yang merekam jejak langkah proses batik dan ragam motifnya. Hotel di Jogja Ragam motif yang dimiliki oleh Museum Batik Yogyakarta adalah Jawa Tengahan (Yogyakarta dan Solo), pasisiran (Semarang, Demak, Pekalongan dan Kedungwuni, Cirebon dan Lasem), Madura, mBayat-Klaten, Kebumen, Kulon Progo, Imogiri, dan beberapa daerah lainnya.

Berbagai Jenis Koleksi Batik di Museum Batik Yogyakarta

Batik di Museum Batik Yogyakarta - Hotel KeluargaSejarah batik, kurang lebih seperti yang dilansir oleh Wikipedia, menjelaskan bagaimana rentang waktu dapat membuat corak dan motif batik menjadi berkembang. Batik selalu lekat dengan filosofi yang reflektif dalam dimensi keseharian manusia. Oleh karenanya, secanggih apapun teknologi tekstil saat ini, budaya batik tetap menjadi tak tergantikan. Hotel di Jogja Selain dibutuhkan ketrampilan dan ketekunan, pewarnaan alami menciptakan warna-warna yang unik dan khas pada tiap lembarnya, karena pada setiap proses pencelupan warna, komposisi warna dapat berubah seiring proses oksidasi dan kimia yang alamiah. Setiap pengrajin batik pun pada akhirnya akan mempunyai otentitasnya yang tidak dapat ditiru.

Sejak pertama kali didirikan, museum ini ingin berusaha melestarikan salah satu seni budaya dalam hal pengelolaan tradisi berpakaian.  Selain itu Museum Batik Yogyakarta ingin memberikan gambaran kepada generasi saat ini dan yang akan datang tentang seni budaya bernilai tinggi yang dimiliki bangsa Indonesia, khususnya dalam hal seni budaya model baju batik. Beberapa koleksinya adalah Kain Panjang Soga Jawa (1950-1960), Kain Panjang Soga Ergan Lama (th tidak tercatat). Sarung Isen-isen Antik (1880-1890), Sarung Isen-isen Antik (kelengan) (1880-1890) dan Sarung Panjang Soga Jawa (1920-1930).

Ada yang unik, semua koleksi yang ada dalam museum ini merupakan koleksi yang dimiliki oleh keluarga pendiri Museum Batik Yogyakarta. Walau museum ini memang hampir seluruh koleksinya di dominasi oleh koleksi batik, namun ternyata Museum Batik Yogyakarta juga menyimpan koleksi lain yang tak kalah menarik. Hotel di Jogja Koleksi lain itu adalah sulaman. Biasanya sulaman itu bergambar pahlawan nasional serta pahlawan internasional. Karya sulam acak buah karya ibu dewi nugroho yang berjumlah sekitar 1236 buah.

Belajar Membatik di Museum Batik Yogyakarta

Di Museum Batik Yogyakarta, ada penawaran menarik lainnya bagi pengunjung. Mereka yang ingin belajar membatik bisa mewujudkan keinginannya itu. Hotel Keluarga Pihak museum menyediakan jasa untuk kursus membatik. Jadwal kursus bisa disesuaikan oleh keinginan pengunjung, asal menurut jam kerja dari museum ini. Museum Batik Yogyakarta - Hotel Keluarga Museum Batik Yogyakarta - Hotel Keluarga[/caption] Koleksi batik museum ini lebih dari 1.200 yang terdiri dari 500 lembar kain batik tulis, 560 batik cap, 124 canting (alat pembatik), dan 35 wajan serta bahan pewarna, termasuk malam dan koleksi tertuanya adalah batik karya tahun 1840. Batik-batik di museum ini berasal dari berbagai macam batik seperti batik gaya Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan gaya tradisional lainnya dalam bentuk kain panjang, sarung, dan sebagainya. Motifnya kebanyakan berupa motif pesisiran, pinggiran, terang bulan, dan motif esuk-sore.

Koleksi lainnya antara lain hasil karya dari pemiliknya sendiri seperti gambar presiden pertama RI Soekarno, mantan Presiden Soeharto, Megawati Soekarnoputri, Hamengkubuwono IX,  potret wajah pahlawan Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro dan sulaman wajah Paus Yohanes Paulus II dan Bunda Teresa. Hotel di Jogja Museum ini pernah mendapatkan MURI atas karya Sulaman terbesarnya, yaitu kain batik berukuran 90 x 400 cm² dan setahun kemudian dianugerahi piagam penghargaan dari lembaga yang sama sebagai pemrakarsa berdirinya Museum Sulaman pertama di Indonesia.

Selain itu, bagi pengunjung yang tertarik untuk memiliki beberapa koleksi yang ada di museum ini. Disediakan pula beberapa koleksi yang siap dibawa pulang. Setiap harinya, museum ini buka dari hari Senin sampai dengan Sabtu, mulai dari pukul 09.00 – 12.00 WIB dan pukul 13.00 – 15.00 WIB. Sedangkan hari Minggu dan hari besar lainnya, Museum Batik Yogyakarta ikut libur. Museum Batik Yogyakarta ini akan menjadi salah satu destinasi wisata kota yang mampu memberikan wawasan bagi anda yang haus akan mempelajari proses pembuatan sebuah batik.Hotel Keluarga