Candi Prambanan - Hotel Murah di Jogja
Feb24

Candi Prambanan Candi Hindu Tercantik di Dunia

Hotel Murah di Jogja. Candi Prambanan adalah mahakarya kebudayaan Hindu dari abad ke-10. Bangunannya yang langsing dan menjulang setinggi 47 meter membuat kecantikan arsitekturnya tak tertandingi.

Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Hotel Murah di Jogja Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi ini terletak 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tengah area yang kini dibangun taman indah.

Candi Prambanan - Hotel Murah di Jogja
Candi Prambanan – Hotel Murah di Jogja

Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam. Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi.

Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Hotel Murah di Jogja Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Hotel Murah di Jogja Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.

Di Candi Wisnu yang terletak di sebelah utara candi Siwa, anda hanya akan menjumpai satu ruangan yang berisi arca Wisnu. Demikian juga Candi Brahma yang terletak di sebelah selatan Candi Siwa, anda juga hanya akan menemukan satu ruangan berisi arca Brahma.

Pesona Candi Prambanan - Hotel Murah di Jogja
Pesona Candi Prambanan – Hotel Murah di Jogja

Candi pendamping yang cukup memikat adalah Candi Garuda yang terletak di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan kisah tentang sosok manusia setengah burung yang bernama Garuda. Garuda merupakan burung mistik dalam mitologi Hindu yang bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah, berparuh dan bersayap mirip elang. Hotel Murah di Jogja Diperkirakan, sosok itu adalah adaptasi Hindu atas sosok Bennu (berarti ‘terbit’ atau ‘bersinar’, biasa diasosiasikan dengan Dewa Re) dalam mitologi Mesir Kuno atau Phoenix dalam mitologi Yunani Kuno. Garuda bisa menyelamatkan ibunya dari kutukan Aruna (kakak Garuda yang terlahir cacat) dengan mencuri Tirta Amerta (air suci para dewa).

Kemampuan menyelamatkan itu yang dikagumi oleh banyak orang sampai sekarang dan digunakan untuk berbagai kepentingan. Indonesia menggunakannya untuk lambang negara. Konon, pencipta lambang Garuda Pancasila mencari inspirasi di candi ini. Hotel Murah di Jogja Negara lain yang juga menggunakannya untuk lambang negara adalah Thailand, dengan alasan sama tapi adaptasi bentuk dan kenampakan yang berbeda. Di Thailand, Garuda dikenal dengan istilah Krut atau Pha Krut.

Prambanan juga memiliki relief candi yang memuat kisah Ramayana. Menurut para ahli, relief itu mirip dengan cerita Ramayana yang diturunkan lewat tradisi lisan. Relief lain yang menarik adalah pohon Kalpataru yang dalam agama Hindu dianggap sebagai pohon kehidupan, kelestarian dan keserasian lingkungan. Hotel Murah di Jogja Di Prambanan, relief pohon Kalpataru digambarkan tengah mengapit singa. Keberadaan pohon ini membuat para ahli menganggap bahwa masyarakat abad ke-9 memiliki kearifan dalam mengelola lingkungannya.

Sama seperti sosok Garuda, Kalpataru kini juga digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Indonesia, Kalpataru menjadi lambang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi). Bahkan, beberapa ilmuwan di Bali mengembangkan konsep Tri Hita Karana untuk pelestarian lingkungan dengan melihat relief Kalpataru di candi ini. Hotel Murah di Jogja Pohon kehidupan itu juga dapat ditemukan pada gunungan yang digunakan untuk membuka kesenian wayang. Sebuah bukti bahwa relief yang ada di Prambanan telah mendunia.

Kalau cermat, anda juga bisa melihat berbagai relief burung, kali ini burung yang nyata. Relief-relief burung di Candi Prambanan begitu natural sehingga para biolog bahkan dapat mengidentifikasinya sampai tingkat genus. Salah satunya relief Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) yang mengundang pertanyaan. Sebabnya, burung itu sebenarnya hanya terdapat di Pulau Masakambing, sebuah pulau di tengah Laut Jawa. Lalu, apakah jenis itu dulu pernah banyak terdapat di Yogyakarta? Jawabannya silakan cari tahu sendiri. Sebab, hingga kini belum ada satu orang pun yang bisa memecahkan misteri itu.Hotel Murah di Jogja

hotel jogja, hotel murah di jogja, hotel di jogja, hotel di jogja dekat malioboro, wisata jogja, tempat wisata di jogja, hotel yogyakarta, tempat wisata di yogyakarta, wisata di jogja, hotel dekat malioboro
Pesona Bukit Bintang - Hotel Murah di Jogja
Feb23

Wisata Malam Di Bukit Bintang Tempat Terbaik Menikmati Kerlip Gemintang di Kota Jogja

Hotel Murah di Jogja. Bukit Bintang itu nama populernya. Merupakan wisata malam yang bertempat di areal perbukitan yang tinggi untuk melihat bintang-bintang di langit Yogyakarta dan sekaligus melihat gemerlapnya lampu-lampu malam yang keren abis. Lokasinya berada di daerah perbukitan Pathuk, Gunungkidul. Kalau dari arah Kota Yogyakarta dari Ring Road Timur – Perempatan jalan menuju Wonosari – Jalan Wonosari (Jawon) – Ikuti jalan Wonosari ini lurus terus hingga perbukitan Pathuk.

Wisata Malam di Bukit Bintang - Hotel Murah di Jogja
Wisata Malam di Bukit Bintang – Hotel Murah di Jogja

Untuk sampai di perbukitan Pathuk harus lewat jalan yang sekarang sudah diperlebar namun rutenya berkelok-kelok dan naik curam. Hotel Murah di Jogja Maka berhati-hatilah apabila anda baru pertama kali melewati jalan ini. Tempat Bukit Bintang ini berada di pinggir jalan. Kalau dari arah Kota Yogyakarta tempatnya berada di sebelah kanan jalan. Arealnya lumayan luas untuk parkir motor ataupun mobil. Di dekat lokasinya juga terdapat penjaja makanan dan minuman bagi yang merasa kelaparan dan kehausan.

Terletak di Jalan Jogja–Wonosari, tepatnya di Bukit Pathuk, Gunung Kidul, kamu bisa melihat panorama kota Yogyakarta di malam hari dari ketinggian 150 meter. Hotel Murah di Jogja Di tempat ini, berjajar sejumlah warung makan di tepi jurang yang menawarkan aneka makanan dengan harga ringan.

Sembari menikmati jagung bakar dan segelas minuman hangat, kamu akan dimanjakan oleh lampu kota Jogja yang berpendar dengan manisnya dari bawah sana. Hotel Murah di Jogja Datanglah ke Bukit Bintang di awal senja, bawalah orang yang kamu cinta. Kemudian nikmati kerlap-kerlip lampu kota yang mulai menyala bersama.

Tugu Jogja - Hotel Murah di Jogja
Feb23

Asal – Usul Yogyakarta

Hotel Murah di Jogja. Ada yang menyebutnya Yogya, Jogja, Jogjakarta, Ngayogyakarta, dan juga Yogyakarta. Semuanya mengacu pada Daerah Istimewa Yogyakarta, kota dengan semboyan “Berhati Nyaman” ini.

Kraton Jogja -Hotel Murah di Jogja
Kraton Jogja -Hotel Murah di Jogja

Jaman dahulu kala terdapat kerajaan bernama Mataram yang dipimpin oleh Susuhunan Paku Buwono. Namun karena terjadi peperangan di Batavia (Jakarta), kerusuhanpun merembet hingga ke Mataram, akhirnya pada tahun 1742, kerajaan ini jatuh.

Raja, keluarga dan beberapa pasukan Mataram pindah ke Kartasura. Wibawa kerajaan sempat turun pasca keruntuhan Mataram. Saat itulah, pemerintah penjajahan Belanda mencoba memanfaatkan situasi guna menentramkan keadaan dan memulihkan wibawa. Hotel Murah di Jogja Tentu bantuan tersebut tidak gratis, Belanda meminta lahan di pantai utara. Masuknya penjajah dalam lingkup kerajaan, membuat Kraton Kartasura dianggap sebagai kerajaan boneka karena juga bisa dikendalikan VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).

Namun usaha Belanda ditentang keras oleh kemenakan Raja yang bernama Raden Mas Said. Hotel Murah di Jogja Dia pun melakukan pemberontakan. Keadaan semakin memanas, akhirnya Paku Buwono II mengeluarkan sayembara, barangsiapa yang mampu memadamkan pemberontakan raden Mas Said akan dihadiahi tanah yang sangat luas di daerah Sokowati.

Pangeran Mangkubumi, selaku adik raja mengajukan diri untuk mengikuti sayembara tersebut. Hotel Murah di Jogja Namun Patih Pringgoloyo tidak setuju, alasannya, jika Pangeran Mangkubumi mendapat hadiah tanah yang begitu luas, dia akan semakin kuat dan bisa saja mengancam Kraton Kartasura sendiri. Pangeran Mangkubumi semakin tidak dihargai saat Gubernur Jenderal Van Imhoff dari penjajah Belanda juga turut merendahkannya.

Kemudian Pangeran Mangkubumi memohon diri pada Susuhunan Paku Buwono II untuk meninggalkan kerajaan. Ia justru bergabung dengan Raden Mas Said, pemberontak yang menolak tunduk pada Belanda dan “kerajaan boneka”. Duet Pangeran Mangkubumi dengan Raden Mas Said membuat pemberontakan semakin gencar dan kuat. Hotel Murah di Jogja Gubernur VOC yang baru, Nicolaas Hartingh menjuluki Mas Said sebagai Pangeran Sambernyawa (pencabut nyawa) karena kapabilitasnya dalam peperangan.

Namun kecerdikkan Belanda benar – benar terbukti di sini. Pernahkah Anda mendengar politik adu domba (devide et impera) ? Hartingh mencoba memecah belah Mangkubumi dan Mas Said.

Raden Mas Said ditawari Hartingh untuk menjadi putra mahkota, cara – cara yang digunakan dibuat sedemikian rupa agar Mangkubumi mencurigainya berkhianat. Akhirnya mereka berdua terpecah belah.

Singkat cerita, pemberontakan diakhiri dengan Perjanjian Gianti, yakni kesepakatan damai antara Pangeran Mangkubumi dan Belanda dengan syarat Mataram dibagi dua. Hotel Murah di Jogja Perjanjian tersebut dilaksanakan pada tanggal 15 Februari 1755. Pada saat ini juga Mangkubumi resmi menjadi raja dan bergelar Sultan Hamengku Buwono I.

Setelah diangkat menjadi raja, Hamengku Buwono I mencari lokasi untuk didirikan istana. Pilihan jatuh di Garjitawati, kawasan hutan atau alas Beringan (kini Beringharjo), sehingga istananya disebut Pasanggrahan Garjitawati. Seiring waktu, nama istana tersebut diganti Ayogya atau Ngayogya oleh Pakubuwono II. Nama tersebut disinyalir terinspirasi dari kisah Ramayana. Perlu Anda ketahui bahwasannya dalam epos Ramayana, Ayodhya adalah kerajaan dari Sri Rama atau Dewa Wisnu. Secara umum, Ngayogya bermakna kota yang makmur.Hotel Murah di Jogja

hotel jogja, hotel murah di jogja, hotel di jogja, hotel di jogja dekat malioboro, wisata jogja, tempat wisata di jogja, hotel yogyakarta, tempat wisata di yogyakarta, wisata di jogja, hotel dekat malioboro, hotel di jogjakarta, hotel murah di jogja dekat malioboro
Candi Borobudur - Hotel Murah di Jogja
Feb23

Mahakarya Arsitektur Abad ke-9, Candi Borobudur

Hotel Murah di Jogja. Candi Borobudur merupakan monumen Budha termegah dan kompleks stupa terbesar di dunia yang diakui oleh UNESCO. Bangunan Candi Borobudur secara keseluruhan menjadi galeri akan mahakarya para pemahat batu.

Monumen Budha termegah dan kompleks stupa terbesar di dunia - Hotel Murah di Jogja
Monumen Budha termegah dan kompleks stupa terbesar di dunia – Hotel Murah di Jogja

Jauh sebelum Angkor Wat berdiri di Kamboja dan katedral-katedral agung ada di Eropa, Candi Borobudur telah berdiri dengan gagah di tanah Jawa. Bangunan yang disebut UNESCO sebagai monumen dan kompleks stupa termegah serta terbesar di dunia ini ramai dikunjungi oleh peziarah pada pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11. Hotel Murah di Jogja Umat Buddha yang ingin mendapatkan pencerahan berduyun-duyun datang dari India, Kamboja, Tibet, dan China. Tidak hanya megah dan besar, dinding Candi Borobudur dipenuhi pahatan 2672 panel relief yang jika disusun berjajar akan mencapai panjang 6 km! Hal ini dipuji sebagai ansambel relief Buddha terbesar dan terlengkap di dunia, tak tertandingi dalam nilai seni.

Relief yang terpahat di dinding candi terbagi menjadi 4 kisah utama yakni Karmawibangga, Lalita Wistara, Jataka dan Awadana, serta Gandawyuda. Selain mengisahkan tentang perjalanan hidup Sang Buddha dan ajaran-ajarannya, relief tersebut juga merekam kemajuan masyarakat Jawa pada masa itu. Hotel Murah di Jogja Bukti bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia adalah pelaut yang ulung dan tangguh dapat dilihat pada 10 relief kapal yang ada. Salah satu relief kapal dijadikan model dalam membuat replika kapal yang digunakan untuk mengarungi The Cinnamon Route dari Jawa hingga benua Afrika. Saat ini replika kapal yang disebut sebagai Kapal Borobudur itu disimpan di Museum Samudra Raksa.

Pradaksina mengikuti alur jalinan kisah yang terpahat

Pradaksina mengikuti alur jalinan kisah yang terpahat - Hotel Murah di Jogja
Pradaksina mengikuti alur jalinan kisah yang terpahat – Hotel Murah di Jogja

Untuk mengikuti alur jalinan kisah yang terpahat pada dinding candi, pengunjung harus berjalan mengitari candi searah jarum jam atau yang dikenal dengan istilah pradaksina. Masuk melalui pintu timur, berjalan searah jarum jam agar posisi candi selalu ada di sebelah kanan, hingga tiba di tangga timur dan melangkahkan kaki naik ke tingkat berikutnya. Hotel Murah di Jogja Hal ini dilakukan berulang-ulang hingga semua tingkat terlewati dan berada di puncak candi yang berbentuk stupa induk. Sesampainya di puncak, layangkanlah pandangan ke segala arah maka akan terlihat deretan Perbukitan Menoreh, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Merapi, dan Gunung Merbabu yang berdiri tegak mengitari candi. Gunung dan perbukitan tersebut seolah-olah menjadi penjaga yang membentengi keberadaan Candi Borobudur.

Berdasarkan prasasti Kayumwungan yang bertanggal 26 Mei 824, Candi Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga antara abad ke-8 hingga abad ke-9, berbarengan dengan Mendut dan Pawon. Proses pembangunan berlangsung selama 75 tahun di bawah kepemimpinan arsitek Gunadarma. Hotel Murah di Jogja Meski belum mengenal komputer dan peralatan canggih lainnya, Gunadarma mampu menerapkan sistem interlock dalam pembangunan candi. Sebanyak 60.000 meter kubik batu andesit yang berjumlah 2.000.000 balok batu yang diusung dari Sungai Elo dan Progo dipahat dan dirangkai menjadi puzzle raksasa yang menutupi sebuah bukit kecil hingga terbentuk Candi Borobudur.

Sebuah karya agung yang menjadi bukti peradaban manusia pada masa lalu

Sebuah karya agung yang menjadi bukti peradaban manusia pada masa lalu - Hotel Murah di Jogja
Sebuah karya agung yang menjadi bukti peradaban manusia pada masa lalu – Hotel Murah di Jogja

Borobudur tidak hanya memiliki nilai seni yang teramat tinggi, karya agung yang menjadi bukti peradaban manusia pada masa lalu ini juga sarat dengan nilai filosofis. Mengusung konsep mandala yang melambangkan kosmologi alam semesta dalam ajaran Buddha, bangunan megah ini dibagi menjadi tiga tingkatan, yakni dunia hasrat atau nafsu (Kamadhatu), dunia bentuk (Rupadhatu), dan dunia tanpa bentuk (Arupadhatu). Jika dilihat dari ketinggian, Candi Borobudur laksana ceplok teratai di atas bukit. Hotel Murah di Jogja Dinding-dinding candi yang berada di tingkatan Kamadatu dan Rupadatu sebagai kelopak bunga, sedangkan deretan stupa yang melingkar di tingkat Arupadatu menjadi benang sarinya. Stupa Induk melambangkan Sang Buddha, sehingga secara utuh Borobudur menggambarkan Buddha yang sedang duduk di atas kelopak bunga teratai.

Menikmati kemegahan Candi Borobudur tidak hanya cukup dengan berjalan menyusuri lorong dan naik ke tingkat teratas candi. Satu hal yang jangan dilewatkan adalah menyaksikan Borobudur Sunrise dan Borobudur Sunset dari atas candi. Siraman cahaya mentari pagi yang menerpa stupa dan arca Buddha membuat keagungan dan kemegahan candi lebih terasa. Sedangkan berdiri di puncak candi di kala senja bersama deretan stupa dan menyaksikan sinar matahari yang perlahan mulai lindap akan menciptakan perasaan tenang dan damai.Hotel Murah di Jogja

hotel jogja, hotel murah di jogja, hotel di jogja, hotel di jogja dekat malioboro, wisata jogja, tempat wisata di jogja, hotel yogyakarta, tempat wisata di yogyakarta, wisata di jogja, hotel dekat malioboro
Feb20

Pantai Paling Terkenal di Yogyakarta

Hotel Murah di Jogja. Pantai Parangtritis adalah tempat wisata terbaik untuk menikmati sunset sambil having fun menaklukkan gundukan pasir dengan ATV (All-terrain Vechile) ataupun menyusuri pantai dengan bendi dalam senja yang romantis.

Pantai Parangtritis terletak 27 km selatan Kota Jogja dan mudah dicapai dengan transportasi umum yang beroperasi hingga pk 17.00 maupun kendaraan pribadi. Sore menjelang matahari terbenam adalah saat terbaik untuk mengunjungi pantai paling terkenal di Yogyakarta ini. Namun bila Anda tiba lebih cepat, tak ada salahnya untuk naik ke Tebing Gembirawati di belakang pantai ini. Hotel Murah di Jogja Dari sana kita bisa melihat seluruh area Pantai Parangtritis, laut selatan, hingga ke batas cakrawala.

Belum banyak orang tahu bahwa di sebelah timur tebing ini tersembunyi sebuah reruntuhan candi. Berbeda dengan candi lainnya yang terletak di daerah pegunungan, Candi Gembirawati hanya beberapa ratus meter dari bibir Pantai Parangtritis. Untuk menuju candi ini, kita bisa melewati jalan menanjak dekat Hotel Queen of the South lalu masuk ke jalan setapak ke arah barat sekitar 100 meter. Hotel Murah di Jogja Sayup-sayup gemuruh ombak laut selatan yang ganas bisa terdengar dari candi ini.

Pantai Parangtritis sangat lekat dengan legenda Ratu Kidul. Banyak orang Jawa percaya bahwa Pantai Parangtritis adalah gerbang kerajaan gaib Ratu Kidul yang menguasai laut selatan. Hotel Murah di Jogja Hotel Queen of the South adalah sebuah resort yang diberi nama sesuai legenda ini. Sayangnya resort ini sekarang sudah jarang buka padahal dulu memiliki pemandangan yang sanggup membuat kita menahan nafas.

Sunset yang Romantis di Parangtritis

Sunset yang Romantis di Parangtritis - Hotel Murah di Jogja
Sunset yang Romantis di Parangtritis – Hotel Murah di Jogja

Ketika matahari sudah condong ke barat dan cuaca cerah, tibalah saatnya untuk bersenang-senang. Meskipun pengunjung dilarang berenang, Pantai Parangtritis tidak kekurangan sarana untuk having fun. Di pinggir pantai ada persewaan ATV (All-terrain Vehicle), tarifnya sekitar Rp. 50.000 – 100.000 per setengah jam. Motor segala medan beroda 4 ini akan melesat membawa Anda melintasi gundukan pasir pantai.

Mungkin hanya cocok untuk mereka yang berjiwa petualang. Pilihan lain adalah bendi. Menyusuri permukaan pasir yang mulus disapu ombak dengan kereta kuda beroda 2 ini tak kalah menyenangkan. Hotel Murah di Jogja Bendi akan membawa kita ke ujung timur Pantai Parangtritis tempat gugusan karang begitu indah sehingga sering dijadikan spot pemotretan foto pre-wedding. Senja yang remang-remang dan bayangan matahari berwarna keemasan di permukaan air semakin membangkitkan suasana romantis.

Pantai Parangtritis juga menawarkan kegembiraan bagi mereka yang berwisata bersama keluarga. Bermain layang-layang bersama si kecil juga tak kalah menyenangkan. Angin laut yang kencang sangat membantu membuat layang-layang terbang tinggi, bahkan bila Anda belum pernah bermain layang-layang sekalipun.

Masih enggan untuk pulang walau matahari sudah terbenam? Tak lama lagi beberapa penjual jagung bakar akan menggelar tikar di pinggir pantai, kita bisa nongkrong di sana hingga larut malam. Masih juga belum mau pulang? Jangan khawatir, di Pantai Parangtritis tersedia puluhan losmen dan penginapan dengan harga yang terjangkau.Hotel Murah di Jogja

hotel jogja, hotel murah di jogja, hotel di jogja, hotel di jogja dekat malioboro, wisata jogja, tempat wisata di jogja, hotel yogyakarta, tempat wisata di yogyakarta, wisata di jogja, hotel dekat malioboro, hotel di jogjakarta, hotel murah di jogja dekat malioboro, hotel jogja murah, hotel di yogyakarta dekat malioboro, hotel murah dekat malioboro, hotel di yogya, hotel sekitar malioboro, hotel-hotel jogja, hotel di yogyakarta, homestay jogja, homestay murah di jogja, jogja homestay, homestay yogyakarta, homestay di yogyakarta
Feb20

Mencoba Melakukan Masangin di Alun-alun Kidul

Alun-alun Kidul - Hotel Murah di Jogja
Alun-alun Kidul – Hotel Murah di Jogja

Hotel Murah di Jogja. Selain tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi, di Yogyakarta ada banyak aktivitas menarik yang bisa Anda lakukan. Salah satunya adalah Masangin. Untuk melakukan Masangin, Anda harus ke Alun-alun Selatan, yang juga dikenal sebagai Alun-alun Kidul atau Alkid. Alun-alun ini biasanya cukup ramai. Pada pagi hari, banyak orang yang berolahraga disana, seperti lari pagi, senam, atau bersepeda. Sedangkan pada sore hari, biasanya alun-alun ini ramai oleh anak-anak kecil dan orang tua mereka. Pada malam hari, alun-alun ini biasanya dipenuhi oleh para remaja yang sekedar nongkrong, atau nongkrong sembari makan di warung-warung yang ada disana. Dan memang, warung-warung ini hanya buka di malam hari saja.

Pada dasarnya, Masangin adalah hal yang sangat sederhana. Di tengah Alun-alun Kidul, terdapat dua buah pohon beringin besar, dan Anda harus berjalan melewati celah diantara dua pohon beringin besar tersebut. Kedengarannya sangat mudah bukan? Tapi tunggu dulu. Hotel Murah di Jogja Saat berjalan kearah celah diantara dua pohon beringin besar tersebut, mata Anda harus dalam keadaan tertutup. Dan Anda tidak bisa hanya sekedar menutup mata. Kedua mata Anda harus ditutupi dengan menggunakan kain, atau penutup mata yang banyak disewakan disana. Tarif sewa penutup mata hanya Rp. 3.000,-. Jadi, Masangin adalah hal yang menarik dan murah meriah, karena tidak ada tiket yang harus dibeli. Anda hanya perlu menyewa penutup mata dan membayar parkir untuk kendaraan Anda saja.

Tradisi Masangin di Alun-alun Kidul - hotel murah di jogja
Tradisi Masangin di Alun-alun Kidul – hotel murah di jogja

Apa gunanya melakukan Masangin ?

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa gunanya melakukan Masangin. Berjalan lurus dengan mata tertutup mungkin terdengar mudah, tapi tidak di alun-alun ini. Sebelum Anda melakukan Masangin, Anda bisa melihat orang-orang disana yang sedang melakukannya. Anda akan melihat bahwa sebagian besar jalannya berbelok-belok tidak menentu. Bahkan, tidak jarang mereka menabrak sesama pengunjung yang melakukan Masangin, atau tembok yang mengelilingi pohon beringin besar yang ada disana. Konon, Masangin merupakan semacam tes. Hotel Murah di Jogja Orang-orang yang “tidak bersih” akan berjalan tidak menentu dan tidak berhasil melewati celah diantara kedua pohon beringin besar tersebut. Sedangkan orang-orang yang “bersih” akan dituntun oleh jin penunggu pohon beringin, sehingga berhasil melewati celah diantaranya dengan mulus.

Tidak menjadi masalah apakah Anda percaya dengan keberadaan penunggu pohon beringin Alun-alun Kidul atau tidak. Yang jelas, Masangin sangat menarik untuk dicoba. Tapi, Anda sebaiknya tidak melakukan Masangin sendirian. Harus ada orang lain yang bertugas untuk menjaga Anda saat melakukan Masangin, agar tidak menabrak sesama pengunjung, atau menabrak tembok. Hotel Murah di Jogja Menurut pengalaman, saat melakukan Masangin, kita akan merasa seakan-akan sudah berjalan dengan lurus. Tapi saat penutup mata dibuka, biasanya ternyata kita sudah melenceng dan berbelok dari “rute” yang telah kita bayangkan tadi. Setelah melakukan Masangin, Anda bisa bersantai di salah satu warung yang ada di alun-alun tersebut. Warung-warung disana menyediakan menu yang beragam, dan harganya cukup murah.

Alun-alun-kidul-Yogyakarta-hotel-murah-di-jogja
Alun-alun-kidul-Yogyakarta-hotel-murah-di-jogja

Kasultanan Yogyakarta merupakan salah satu kerajaan Islam di pulau Jawa yang mempunyai Alun-alun yang luas yang terdapat pada bagian depan Keraton Yogyakarta yaitu (Alun-alun Utara ) dan alun-alun yang terdapat pada bagian belakang keraton yogyakarta yaitu ( Alun-alun Selatan ). Kedua alun-alun tersebut mempunyai fungsinya masing-masing.

Manakala Alun-alun Utara merupakan tempat berkumpul bagi masyarakat yang mempunyai watak ribut maka alun-alun Selatan berfungsi sebagai penyeimbang watak tesebut.

Alun-alun Kidul Yogyakarta dikenal dengan nama Alkid diyakini sebagai tempat istirahat ( palereman ) bagi para Dewa. Oleh karena itu alun-alun tersebut sekarang ini banyak digunakan orang sebagai tempat ngleremke ati atau menentramkan hati banyak orang.

 

Pada masa lalu, Alun-alun kidul yogyakarta ini banyak digunakan untuk acara-acara tertentu seperti latihan ketangkasan prajurit keraton, berbagai kegiatan latihan digelar seperti :

  • Setonan : ketangkasan berkuda.
  • Manahan : lomba memanah dengan posisi duduk bersila.
  • Rampok Macan : lomba adu harimau.
  • Masangin : Latihan konsentrasi dengan berjalan diantara dua pohon beringin (ringin kurung) yang berada di tengah Alkid dengan mata tertutup.

Saat ini sudah tidak ada prajurit yang melakukan latiihan ketangkasan di tempat tersebut. Areal yang terbuka dan berfungsi sebagai ruang publik dan arena hiburan untuk masyarakat. Setiap hari, tempat ini banyak didatangi oleh masyarakat dari berbagai usia.

Walaupun sudah banyak perubahan fungsi dari Alun-alun Kidul, setidaknya ada satu hal yang tidak berubah yaitu tetap mampu menjadi tempat untuk menenangkan hati. Walaupun sekedar duduk-duduk dan bercengkrama sambil menyaksikan aktivitas yang dilakukan orang di dalam Alun-alun Kidul.Hotel Murah di Jogja

hotel jogja, hotel murah di jogja, hotel di jogja, hotel di jogja dekat malioboro, wisata jogja, tempat wisata di jogja, hotel yogyakarta, tempat wisata di yogyakarta, wisata di jogja, hotel dekat malioboro, hotel di jogjakarta, hotel murah di jogja dekat malioboro, hotel jogja murah, hotel di yogyakarta dekat malioboro, hotel murah dekat malioboro, hotel di yogya, hotel sekitar malioboro, hotel-hotel jogja, hotel di yogyakarta, homestay jogja, homestay murah di jogja, jogja homestay, homestay yogyakarta, homestay di yogyakarta