Pulo Kenongo di Istana Taman Sari Jogja - Hotel Murah di Jogja
Jun12

Taman Sari Istana Air Peninggalan Keraton Yogjakarta

Taman Sari Keraton Yogyakarta - Hotel Murah di Jogja
Taman Sari Keraton Yogyakarta – Hotel Murah di Jogja

Hotel Murah di Jogja. Taman Sari Yogyakarta atau Taman Sari Keraton Yogyakarta (Hanacaraka: Tamansari Ngayogyakarta) adalah situs bekas taman atau kebun istana Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, yang dapat dibandingkan dengan Kebun Raya Bogor sebagai kebun Istana Bogor. Kebun ini dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9.

Awalnya, taman yang mendapat sebutan “The Fragrant Garden” ini memiliki luas lebih dari 10 hektare dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Hotel Murah di Jogja Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja.

Taman Sari Keraton - Hotel Murah di Jogja
Taman Sari Keraton – Hotel Murah di Jogja

Menurut Sejarah Taman SariTaman Sari mulai dibangun di bekas keraton lama, Pesanggrahan Garjitawati, yang didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono II sebagai tempat istirahat kereta kuda yang akan pergi ke Imogiri. Hotel Murah di Jogja Sebagai pimpinan proyek pembangunan Taman Sari ditunjuklah Tumenggung Mangundipuro. Seluruh biaya pembangunan ditanggung oleh Bupati Madiun, Tumenggung Prawirosentiko, besrta seluruh rakyatnya.

Oleh karena itu daerah Madiun dibebaskan dari pungutan pajak. Di tengah pembangunan pimpinan proyek diambil alih oleh Pangeran Notokusumo, setelah Mangundipuro mengundurkan diri. Hotel Murah di Jogja Walaupun secara resmi sebagai kebun kerajaan, namun bebrapa bangunan yang ada mengindikasikan Taman Sari berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir jika istana diserang oleh musuh. Konon salah seorang arsitek kebun kerajaan ini adalah seorang Portugis yang lebih dikenal dengan Demang Tegis.

Bagian- bagian dari Kompleks di Istana Taman Sari Jogjakarta

Menurut sejarah Taman Sari juga, Kompleks Taman Sari setidaknya dapat dibagi menjadi 4 bagian. Bagian pertama adalah danau buatan yang terletak di sebelah barat. Hotel Murah di Jogja Bagian selanjutnya adalah bangunan yang berada di sebelah selatan danau buatan antara lain Pemandian Umbul Binangun.  bagian ketiga adalah Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati yang terletak di selatan bagian kedua.

Bagian terakhir adalah bagian sebelah timur bagian pertama dan kedua dan meluas ke arah timur sampai tenggara kompleks Magangan. Bagian pertama merupakan bagian utama Taman Sari pada masanya. Pada zamannya, tempat ini merupakan tempat yang paling eksotis. Bagian ini terdiri dari danau buatan yang disebut “Segaran” (harfiah=laut buatan) serta bangunan yang ada di tengahnya, dan bangunan serta taman dan kebun yang berada di sekitar danau buatan tersebut. Hotel Murah di Jogja di samping untuk memelihara berbagai jenis ikan, danau buatan Segaran juga difungsikan sebagai tempat bersampan Sultan dan keluarga kerajaan. Sekarang danau buatan ini tidak lagi berisi air melainkan telah menjadi pemukiman padat yang dikenal dengan kampung Taman. Bangunan-bangunan yang tersisa dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Pulo Kenongo di Istana Taman Sari Jogja

Pulo Kenongo di Istana Taman Sari Jogja - Hotel Murah di Jogja
Pulo Kenongo di Istana Taman Sari Jogja – Hotel Murah di Jogja

Di tengah-tengah Segaran terdapat sebuah pulau buatan, “Pulo Kenongo”, yang ditanami pohon Kenanga (Kananga odorantum, famili Magnoliaceae). Di atas pulau buatan tersebut didirikan sebuah gedung berlantai dua, “Gedhong Kenongo”. Gedung terbesar di bagian pertama ini cukup tinggi. Hotel Murah di Jogja dari anjungan tertingginya orang dapat mengamati kawasan Keraton Yogyakarta dan sekitarnya sampai ke luar benteng baluwarti. Konon Gedhong Kenongo terdiri dari beberapa ruangan dengan fungsi berbeda.

“Water Castle” Julukan Bagi Taman Sari Jogjkarta

Dari jauh gedung ini seperti mengambang di atas air. Oleh karenanya tidak mengherankan jika kemudian Taman Sari dijuluki dengan nama “Istana Air” (Water Castle). Saat ini (Januari 2008) gedung ini tinggal puing-puingnya saja. Di sebelah selatan Pulo Kenongo terdapat deratan bangunan kecil yang disebut dengan “Tajug”. Hotel Murah di Jogja Bangunan ini merupakan menara ventilasi udara bagi terowongan bawah air. Hotel Murah di Jogja Terowongan ini merupakan jalan masuk menuju Pulo Kenongo selain menggunakan sampan/perahu mengarungi danau buatan. Dahulu di bagian barat pulau buatan tersebut juga terdapat terowongan, namun kondisinya sekarang kurang terawat dibandingkan dengan terowongan selatan.

Pulo Cemethi di Water Castle
sumur songo di Istana Taman Sari Jogja - Hotel Murah di Jogja
sumur songo di Istana Taman Sari Jogja – Hotel Murah di Jogja

Dalam sejarah Taman Sari di sebutkan, bahwa Di sebelah selatan Pulo Kenongo terdapat sebuah pulau buatan lagi yang disebut dengan “Pulo Cemethi”. Bangunan berlantai dua ini juga disebut sebagai “Pulo Panembung”. Di tempat inilah konon Sultan bermeditasi. Ada juga yang menyebutnya sebagai “Sumur Gumantung”, sebab di sebelah selatannya terdapat sumur yang menggantung di atas permukaan tanah.

Untuk sampai ke tempat ini konon dengan adalah melalui terowongan bawah air. Saat ini bangunan ini sedang dalam tahap renovasi besar – besaran yang bertujuan untuk merestorasi bangunan – bangunan yang masih ada. Hotel Murah di Jogja sementara itu di sebelah barat Pulo Kenongo terdapat bangunan berbentuk lingkaran seperti cincin yang disebut “Sumur Gumuling”. Bangunan berlantai 2 ini hanya dapat dimasuki melalui terowongan bawah air saja.

Sumur Gumuling pada masanya juga difungsikankan sebagai Masjid. Di kedua lantainya ditemukan ceruk di dinding yang konon digunakan sebagai mihrab, tempat imam memimpin salat. Di bagian tengah bangunan yang terbuka, terdapat empat buah jenjang naik dan bertemu di bagian tengah. Dari pertemuan keempat jenjang tersebut terdapat satu jenjang lagi yang menuju lantai dua. Di bawah pertemuan empat jenjang tersebut terdapat kolam kecil yang konon digunakan untuk berwudu.Hotel Murah di Jogja

 

PASTY - Hotel Murah di Jogja
Jun02

Pasar Satwa Dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY)

PASTY - Hotel Murah di Jogja
PASTY – Hotel Murah di Jogja

Hotel Murah di Jogja. PASTY ini adalah pasar satwa dan tanaman hias terbesar di Yogyakarta. Di Pasar PASTY terletak di Jalan Bantul Km 1, Dongkelan, Mantrirejon, Yogyakarta. PASTY terbagi menjadi 2 zona yaitu zona satwa dan zona ikan hias yang terletak di sebelah timur jalan raya dan zona tanaman hias yang terletak di sebelah barat jalan raya. Masyarakat Jawa tak lepas dari tradisi dan kepercayaan.

Menurut pakar budaya Jawa, seorang pria tergolong berhasil apabila telah memiliki 5 hal utama, yaitu wisma (rumah), wanita (istri), turangga (kuda), curiga (keris), dan kukila (burung peliharaan). Hotel Murah di Jogja Kukila adalah alasan bagi seorang pria Jawa untuk memelihara burung sehingga pasar burung menjadi suatu tempat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Jawa.

Pada awalnya, pusat jual beli satwa dan tanaman hias di Yogyakarta adalah Pasar Ngasem yang terletak di Kawasan Benteng Keraton Yogyakarta, berdekatan dengan obyek wisata Taman Sari Yogyakarta. Hotel Murah di Jogja Berlokasi di pusat kota, Pasar Ngasem semakin ramai dikunjungi bukan hanya oleh warga Yogyakarta namun juga oleh wisatawan lokal dan mancanegara sehingga kondisinya kurang kondusif.

Relokasi Pasar Satwa dan Tanaman Hias Oleh Pemerintah Kota Yogyakarta

Pasar Satwa - Hotel Murah di Jogja
Pasar Satwa – Hotel Murah di Jogja

Demi menjaga fungsi pasar sebagai pusat aktivitas jual beli satwa dan tanaman hias, Pemerintah Kotamadya Yogyakarta memutuskan untuk merelokasi Pasar Ngasem ke lokasi lain. Selain itu, relokasi perlu dilakukan sebagai upaya untuk menjaga Taman Sari yang merupakan cagar budaya asli Yogyakarta. Hotel Murah di Jogja Relokasi pasar dilaksanakan pada 22 April 2014 dengan diiringi Kirab Budaya oleh 287 pedagang. Pemindahan pasar dilakukan sebagai upaya penataan kota oleh Pemerintah Kotamadya Yogyakarta. Sebelum dilakukan relokasi pasar satwa, lokasi telah dikenal sebagai Bursa Agro Jogja.

PASTY merupakan pasar modern yang tertata rapi, berbeda dengan Pasar Ngasem yang terkesan becek dan gelap. Pengelolaan yang baik membuat PASTY lebih menyerupai kebun binatang daripada pasar satwa. Hotel Murah di Jogja PASTY tidak hanya berfungsi sebagai pusat jual beli satwa dan tanaman hias namun juga dapat dimanfaatkan sebagai wahana edukasi oleh orangtua untuk mengenalkan berbagai jenis satwa dan tanaman hias kepada anaknya.

PASTY merupakan salah satu lokasi favorit para hobi fotografi karena terdapat berbagai jenis satwa dengan beragam warna dan tingkah polah yang unik, ikan hias, tanaman hias, dan aktivitas jual beli yang dapat dijadikan obyek foto yang menarik. Pada hari minggu, diselenggarakan lomba aduan suara oleh para pedagang burung yang membuat suasana pasar semakin meriah.Hotel Murah di Jogja

Taman Pintar Jogja - Hotel Keluarga di Jogja
May31

Taman Pintar Yogyakarta

Taman Pintar Jogja - Hotel Keluarga di Jogja
Taman Pintar Jogja – Hotel Keluarga di Jogja

Hotel Keluarga Di Jogja. Dalam (bahasa Jawa: Hanacaraka) adalah wahana wisata yang terdapat di pusat Kota Yogyakarta, tepatnya di Jalan Panembahan Senopati No. 1-3, Yogyakarta, di kawasan Benteng Vredeburg. Taman Pintar ini memadukan tempat wisata rekreasi maupun edukasi dalam satu lokasi. Taman Pintar memiliki arena bermain sekaligus sarana edukasi yang terbagi dalam beberapa zona.

Akses langsung kepada pusat buku eks Shopping Centre juga menambah nilai lebih Taman Pintar. Tempat rekreasi ini sangat baik untuk anak-anak pada masa perkembangan. Hotel Keluarga di Jogja Beberapa tahun ini Taman Pintar menjadi alternatif tempat berwisata bagi masyarakat Yogyakarta maupun luar kota. Khususnya pada wahana pendidikan anak usia dini dilengkapi dengan teknologi interaktif digital serta pemetaan video yang akan memacu imajinasi anak serta ketertarikan mereka terhadap teknologi. Pada saat ini ada 35 zona dan 3.500 alat peraga permainan yang edukatif.

Ledakan Perkembangan Sains di Tahun 1990

Gedung Oval di Taman Pintar Jogja - Hotel Keluarga di Jogja
Gedung Oval di Taman Pintar Jogja – Hotel Keluarga di Jogja

Sejak terjadinya ledakan perkembangan sains sekitar tahun 90-an, terutama Teknologi Informasi, pada gilirannya telah menghantarkan peradaban manusia menuju era tanpa batas. Perkembangan sains ini adalah sesuatu yang patut disyukuri dan tentunya menjanjikan kemudahan-kemudahan bagi perbaikan kualitas hidup manusia.

Menghadapi realitas perkembangan dunia semacam itu, dan wujud kepedulian terhadap pendidikan, maka Pemerintah Kota Yogyakarta menggagas sebuah ide untuk Pembangunan “Taman Pintar”. Disebut “Taman Pintar“, karena di kawasan ini nantinya para siswa, mulai pra sekolah sampai sekolah menengah bisa dengan leluasa memperdalam pemahaman soal materi-materi pelajaran yang telah diterima di sekolah dan sekaligus berekreasi. Hotel Keluarga di Jogja Dengan Target Pembangunan Taman Pintar adalah memperkenalkan science kepada siswa mulai dari dini, harapan lebih luas kreatifitas anak didik terus diasah, sehingga bangsa Indonesia tidak hanya menjadi sasaran eksploitasi pasar teknologi belaka, tetapi juga berusaha untuk dapat menciptakan teknologi sendiri.

Taman Pintar di Jogja - Hotel Murah di Jogja
Taman Pintar di Jogja – Hotel Murah di Jogja

Bangunan Taman Pintar ini dibangun di eks kawasan Shopping Center, dengan pertimbangan tetap adanya keterkaitan yang erat antara Taman Pintar dengan fungsi dan kegiatan bangunan yang ada di sekitarnya, seperti Taman Budaya, Societiet Militer dan Relokasi area mulai dilakukan pada tahun 2004, Hotel Keluarga di Jogja dilanjutkan dengan tahapan Pembangunan Tahap I adalah Playground dan Gedung PAUD Barat serta PAUD Timur, yang diresmikan dalam Soft Opening I tanggal 20 Mei 2006 oleh Mendiknas, Bambang Soedibyo.

Pembangunan Tahap II adalah Gedung Oval lantai I dan II serta Gedung Kotak lantai I, yang diresmikan dalam Soft Opening II tanggal 9 Juni 2007 oleh Mendiknas, bersama Menristek, Sri Sultan Hamengku Buwono ke X yang merupakan Gubernur DIY, Pembangunan Tahap III adalah Gedung Kotak lantai II dan III, Tapak Presiden dan Gedung Memorabilia. Dengan selesainya tahapan pembangunan, Grand Opening Taman Pintar diresmikan oleh Presiden RI Sosilo Bambang Yudhoyono serta dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2008.Hotel Keluarga di Jogja

 

Batik di Museum Batik Yogyakarta - Hotel Keluarga
May29

Museum Batik Yogyakarta

Hotel Keluarga. Museum ini terletak di jalan Dr. Sutomo 13 Yogyakarta. Berdiri pada tanggal 25 mei 1977 dan menempati areal seluas 4010 m2. Koleksi yang dimiliki berupa beraneka ragam kain batik berupa kain panjang, sarung, selendang, tokwi/taplak dan sebagainya dengan motif gaya yogyakarta, surakarta, madura dan tempat-tempat lain di Indonesia.

Museum Batik - Hotel Keluarga
Museum Batik – Hotel Keluarga

Koleksi lainnya berupa peralatan membatik mualai dari canthing, cap beraneka motif, bahan pewarna dan paraffin(malam). Koleksi batik tertua dibuat pada tahun 1780. Pengelola museum juga dapat memberikan fasilitas pelatihan (workshop) membatik bagi pengunjung yang mengiginkan. Batik yang telah disetujui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Hotel Keluarga Beberapa orang sudah mengabadikan hidup mereka untuk melestarikan warisan budaya ini dan salah satunya adalah Hadi Nugroho mendirikan museum batik Yogyakarta sekaligus pemilik museum ini. Museum ini didirikan pada tanggal 12 Mei 1977 di Jl. Dr. Sutomo No. 13 A Yogyakarta. Museum ini mendiami area seluas 400 m2 dan sekaligus dijadikan tempat tinggal pemiliknya.

Selain berkonsentrasi pada koleksi, Museum Batik Yogyakarta juga mengembangkan klinik perawatan dan konservasi batik yang merekam jejak langkah proses batik dan ragam motifnya. Hotel Keluarga Ragam motif yang dimiliki oleh Museum Batik Yogyakarta adalah Jawa Tengahan (Yogyakarta dan Solo), pasisiran (Semarang, Demak, Pekalongan dan Kedungwuni, Cirebon dan Lasem), Madura, mBayat-Klaten, Kebumen, Kulon Progo, Imogiri, dan beberapa daerah lainnya.

Berbagai Jenis Koleksi Batik di Museum Batik Yogyakarta

Batik di Museum Batik Yogyakarta - Hotel Keluarga
Batik di Museum Batik Yogyakarta – Hotel Keluarga

Sejarah batik, kurang lebih seperti yang dilansir oleh Wikipedia, menjelaskan bagaimana rentang waktu dapat membuat corak dan motif batik menjadi berkembang. Batik selalu lekat dengan filosofi yang reflektif dalam dimensi keseharian manusia. Oleh karenanya, secanggih apapun teknologi tekstil saat ini, budaya batik tetap menjadi tak tergantikan. Hotel Keluarga Selain dibutuhkan ketrampilan dan ketekunan, pewarnaan alami menciptakan warna-warna yang unik dan khas pada tiap lembarnya, karena pada setiap proses pencelupan warna, komposisi warna dapat berubah seiring proses oksidasi dan kimia yang alamiah. Setiap pengrajin batik pun pada akhirnya akan mempunyai otentitasnya yang tidak dapat ditiru.

Sejak pertama kali didirikan, museum ini ingin berusaha melestarikan salah satu seni budaya dalam hal pengelolaan tradisi berpakaian. Hotel Keluarga Selain itu Museum Batik Yogyakarta ingin memberikan gambaran kepada generasi saat ini dan yang akan datang tentang seni budaya bernilai tinggi yang dimiliki bangsa Indonesia, khususnya dalam hal seni budaya model baju batik. Beberapa koleksinya adalah Kain Panjang Soga Jawa (1950-1960), Kain Panjang Soga Ergan Lama (th tidak tercatat).

Sarung Isen-isen Antik (1880-1890), Sarung Isen-isen Antik (kelengan) (1880-1890) dan Sarung Panjang Soga Jawa (1920-1930). Ada yang unik, semua koleksi yang ada dalam museum ini merupakan koleksi yang dimiliki oleh keluarga pendiri Museum Batik Yogyakarta. Walau museum ini memang hampir seluruh koleksinya di dominasi oleh koleksi batik, namun ternyata Museum Batik Yogyakarta juga menyimpan koleksi lain yang tak kalah menarik. Hotel Keluarga Koleksi lain itu adalah sulaman. Biasanya sulaman itu bergambar pahlawan nasional serta pahlawan internasional. Karya sulam acak buah karya ibu dewi nugroho yang berjumlah sekitar 1236 buah.

Belajar Membatik di Museum Batik Yogyakarta

Di Museum Batik Yogyakarta, ada penawaran menarik lainnya bagi pengunjung. Mereka yang ingin belajar membatik bisa mewujudkan keinginannya itu. Hotel Keluarga Pihak museum menyediakan jasa untuk kursus membatik. Jadwal kursus bisa disesuaikan oleh keinginan pengunjung, asal menurut jam kerja dari museum ini.

Museum Batik Yogyakarta - Hotel Keluarga
Museum Batik Yogyakarta – Hotel Keluarga

Koleksi batik museum ini lebih dari 1.200 yang terdiri dari 500 lembar kain batik tulis, 560 batik cap, 124 canting (alat pembatik), dan 35 wajan serta bahan pewarna, termasuk malam dan koleksi tertuanya adalah batik karya tahun 1840. Batik-batik di museum ini berasal dari berbagai macam batik seperti batik gaya Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan gaya tradisional lainnya dalam bentuk kain panjang, sarung, dan sebagainya. Hotel Keluarga Motifnya kebanyakan berupa motif pesisiran, pinggiran, terang bulan, dan motif esuk-sore. Koleksi lainnya antara lain hasil karya dari pemiliknya sendiri seperti gambar presiden pertama RI Soekarno, mantan Presiden Soeharto, Megawati Soekarnoputri, Hamengkubuwono IX,  potret wajah pahlawan Imam Bonjol dan Pangeran Diponegoro dan sulaman wajah Paus Yohanes Paulus II dan Bunda Teresa.

Museum ini pernah mendapatkan MURI atas karya Sulaman terbesarnya, yaitu kain batik berukuran 90 x 400 cm² dan setahun kemudian dianugerahi piagam penghargaan dari lembaga yang sama sebagai pemrakarsa berdirinya Museum Sulaman pertama di Indonesia. Selain itu, bagi pengunjung yang tertarik untuk memiliki beberapa koleksi yang ada di museum ini. Disediakan pula beberapa koleksi yang siap dibawa pulang. Setiap harinya, museum ini buka dari hari Senin sampai dengan Sabtu, mulai dari pukul 09.00 – 12.00 WIB dan pukul 13.00 – 15.00 WIB. Sedangkan hari Minggu dan hari besar lainnya, Museum Batik Yogyakarta ikut libur. Museum Batik Yogyakarta ini akan menjadi salah satu destinasi wisata kota yang mampu memberikan wawasan bagi anda yang haus akan mempelajari proses pembuatan sebuah batik.Hotel Keluarga

 

Jembatan Selopamioro - Hotel Murah di Jogja
May26

Jembatan Gantung Selopamioro

Jembatan Selopamioro - Hotel keluarga
Jembatan Selopamioro – Hotel keluarga

Hotel Keluarga. Jembatan ini menghubungkan Desa Selopamioro dan Sriharjo Imogiri Bantul Yogyakarta. Jembatan ini melintang di atas sungai Oya dengan bukit hijau di kedua ujungnya. Masyarakat setempat sangat merasakan manfaat dari jembatan gantung ini sebagai jalur transportasi demi kelancaran roda perekonomian dan pendidikan. Jalur menuju jembatan ini merupakan persawahan hijau dan perbukitan yang berhawa sejuk, di sekitar jembatan juga terdapat beberapa air terjun yang mengalir dari atas bukit sehingga menambah keelokan alam di Jembatan Gantung Selopamioro ini.

Tujuan dibangunnya Jembatan Selopamioro Bantul

Jembatan dibuat untuk memperlancar perekonomian dua tempat yang terpisah oleh sungai. Wisata Jogjakarta keberadaan sebuah jembatan menjadi akses penting yang diandalkan, meski lebarnya hanya dilewati satu sepeda motor alias tidak lebih dari dua meter. Hotel Keluarga Hal serupa juga juga bagi masyarakat dua desa, Selopamioro dengan Sriharjo. Sejak dibuatkan Jembatan Gantung Siluk tahun 2004, akses kedua desa semakin mudah. Jembatan ini juga lebih dikenal dengan Jembatan Gantung Selopamioro. Karena, membicarakan Jembatan Siluk ada dua, yakni Jembatan Gantung Siluk atau Selopamioro dan Jembatan Siluk, yang memudahkan perjalanan menuju Panggang, Gunung Kidul.

Pemandangan di Sekitar Jembatan Selopamioro - Hotel Keluarga
Pemandangan di Sekitar Jembatan Selopamioro – Hotel Keluarga

keberadaan Jembatan Selopamioro semakin menawan dengan adanya terasering sawah, selepas perkampungan warga. Terasiring bernama Sangupati yang bertingkat-tingkat, seolah mengukir batuan-batuan kapur. Warna hijaunya berpadu dengan kelegaman bebatuan yang harmonis dengan biru langit yang terang. Hotel Keluarga Dibangun sejak tahun 2004, Jembatan Gantung Selopamioro memudahkan penduduk dalam hal perekonomian. Anak-anak yang berangkat ke sekolah juga tidak lagi menyeberangi Sungai Oya yang tidak bisa dilewati ketika musim hujan. Penduduk yang akan pergi ke ladang yang berada di seberang desa juga tidak lagi memutar jalan. Sehingga segala akses antar desa menjadi semakin cepat dengan adanya Jembatan Gantung Selopamioro.

Jembatan Gantung Selopamioro berada di perbukitan karts. Sehingga menyajikan pemandangan yang sangat indah dan menawan jika dilihat dari jembatan. Waktu yang tepat untuk mengunjungi Jembatan Gantung ini adalah pada sore hari. Dimana ketika matahari mulai condong ke barat dan memancarkan sinar orange kekuningannya yang membuat suasana menjadi semakin damai dan indah.

Tlogo Putri Kaliurang - Hotel Keluarga
Tlogo Putri Kaliurang – Hotel Keluarga

Jembatan Gantung Imogiri yang bercat kuning ini merupakan jembatan umum, siapa saja boleh melintas secara bergantian dan tidak dipungut biaya. Dengan lebar sekitar satu meter, jembatan ini bisa dilalui warga dengan berjalan kaki atau kendaraan roda dua secara bergantian. Hotel Keluarga Keberadaan jembatan ini cukup membantu warga antara kedua desa untuk mempersingkat waktu tempuh. Misalnya jembatan tersebut tidak ada, penduduk desa yang lokasinya berseberangan harus memutar lebih jauh melewati jembatan Siluk atau menyebrang sungai.

Tlogo Putri Kaliurang adalah sebuah embung yang dilengkapi dengan penyewaan kano dan bebek air. Terdapat juga beberapa wahana permainan disekitar embung seperti flying fox, ayunan, bianglala, jungkat jungkit dan beberapa permainan lainnya. Terdapat banyak pilihan aktivitas wisata yang ditawarkan di Tlogo Putri. Wisata Jogjakarta mulai dengan jalan-jalan untuk mencari tempat duduk yang enak untuk melepas kepenatan, naik kano, becak air, bermain jungkat-jungkit dan ayunan, bermain fliying fox, naik bianglala atau hanya sekedar foto-foto saja untuk mencari obyek yang menarik.Hotel Keluarga

Candi Pawon - Hotel Keluarga
May24

Candi Pawon Terletak Diantara Dua Candi

Candi Pawon - Hotel Murah di Jogja
Candi Pawon – Hotel Murah di Jogja

Hotel Murah di Jogja. Candi Pawon adalah nama sebuah candi, peninggalan Masa Klasik, yang terletak di Kabupaten Magelang. Letak Candi Pawon ini berada di antara Candi Mendut dan Candi Borobudur, tepat berjarak 1750 meter dari Candi Borobudur ke arah timur dan 1150 m dari Candi Mendut ke arah barat.

Nama Candi Pawon tidak dapat diketahui secara pasti asal-usulnya. Ahli epigrafi J.G. de Casparis menafsirkan bahwa Pawon berasal dari bahasa Jawa awu yang berarti ‘abu’, mendapat awalan pa- dan akhiran -an yang menunjukkan suatu tempat. Tempat wisata Jogja dalam bahasa Jawa sehari-hari kata pawon berarti ‘dapur’, akan tetapi de Casparis mengartikannya sebagai ‘perabuan’ atau tempat abu. Hotel Murah di Jogja Penduduk setempat juga menyebutkan Candi Pawon dengan nama Bajranalan. Kata ini mungkin berasal dari kata bahasa Sanskerta vajra =yang berarti ‘halilintar’ dan anala yang berarti ‘api’.

Candi Pawon dipugar tahun 1903. Di dalam bilik candi ini sudah tidak ditemukan lagi arca sehingga sulit untuk mengidentifikasikannya lebih jauh. Suatu hal yang menarik dari Candi Pawon ini adalah ragam hiasnya. Hotel Murah di Jogja Dinding-dinding luar candi dihias dengan relief pohon hayati (kalpataru) yang diapit pundi-pundi dan kinara-kinari (mahluk setengah manusia setengah burung/berkepala manusia berbadan burung). Tempat wisata Jogja mengenai tentang nama candi, kata pawon sendiri memiliki beragam makna dan penafsiran.

Asal Mula Kata “Pawon” Pada Candi Pawon Jogja

Candi Pawon - Hotel Keluarga
Candi Pawon – Hotel Keluarga

Dalam Bahasa Jawa kata pawon berarti dapur atau tempat yang biasa digunakan untuk memasak. J.G. de Casparis mengatakan bahwa kata pawon berasal dari kata perawuan atau perabuan. Hotel Murah di Jogja Sedangkan penduduk sekitar mengungkapkan bahwa kata pawon berasal dari pawuan yang berarti tempat pembuangan atau pembakaran sampah. Semua kata tersebut merujuk pada satu hal yakni adanya api atau proses pembakaran di Candi Pawon. Entah hipotesis mana yang benar, namun di dalam bilik candi terdapat 6 lubang angin yang bisa berfungsi sebagai tempat keluarnya asap hasil pembakaran. Lubang angin ini tentu saja menjadi pembeda arsitektur Candi Pawon dengan candi-candi lain yang biliknya tertutup rapat.

Selain dinamakan Candi Pawon, penduduk lokal juga menyebutnya dengan nama Candi Brajanalan yang berasal dari kata vajra (halilintar) dan anala (api). Hotel Murah di Jogja Candi Pawon terletak di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Propinsi Jawa Tengah. Candi Brajanalan ini lokasinya sekitar 2 km ke arah timur laut dari Candi Barabudhur dan 1 km ke arah tenggara dari Candi Mendut.

Letak Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Barabudhur yang berada pada satu garis lurus mendasari dugaan bahwa ketiga candi Buddha tersebut mempunyai kaitan yang erat. Selain letaknya, kemiripan motif pahatan di ketiga candi tersebut juga mendasari adanya keterkaitan di antara ketiganya. Poerbatjaraka, bahkan berpendapat bahwa candi Pawon merupakan upa angga (bagian dari) Candi Barabudhur.

Candi Pawon Menurut Casparis

Arca di Candi Pawon - Hotel Murah di Jogja
Arca di Candi Pawon – Hotel Murah di Jogja

Menurut Casparis, Candi Pawon merupakan tempat penimpanan abu jenazah Raja Indra ( 782 – 812 M ), ayah Raja Samarrattungga dari Dinasti Syailendra. Nama “Pawon” sendiri, menurut sebagian orang, berasal dari kata pawuan yang berarti tempat menyimpan awu (abu). Dalam ruangan di tubuh Candi Pawon, diperkirakan semula terdapat Arca Bodhhisatwa, sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Indra yang dianggap telah mencapai tataran Bodhisattva, maka dalam candi ditempatkan arca Bodhisatwva.Hotel Murah di Jogja

Candi Barong - Hotel Murah di Jogja
May22

Candi Barong, Simbol Kesuburan dan Kemakmuran di Yogyakarta

Hotel Murah di Jogja. Candi Barong adalah candi bercorak Hindu yang terletak di tenggara Kompleks Ratu Boko, Prambanan, Sleman, tepatnya di atas bukit di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10, sebagai peninggalan Kerajaan Medang periode Mataram.

Letak Candi Barong Jogja

Candi Barong - Hotel Murah di Jogja
Candi Barong – Hotel Murah di Jogja

Posisi candi berada di sisi tenggara kompleks Ratu Boko, agak di bawahnya namun masih dalam sistem perbukitan yang sama, perbukitan Batur Agung, pada ketinggian 199 m di atas permukaan laut. Hotel Murah di Jogja Di sisi barat daya, di bawah bukit, terletak suatu bangunan Buddhis. Pada posisi tenggara candi ini, berjarak sekitar 2 km, terletak cand Ijo. Selain itu, terdapat pula di sekitarnya situs-situs arca Ganesha, Candi Miri, Candi Dawangsari, dan Candi Sumberwatu.

Kompleks candi ini memiliki pintu masuk di sebelah barat, lalu mengantar pada lahan berundak tiga. Teras pertama dan kedua sudah tidak ditemukan bangunan candi, meskipun terdapat sisa-sisa lantai atau umpak. Hotel Murah di Jogja Teras kedua merupakan area bukaan yang cukup luas. Sebelum memasuki teras tertinggi terdapat gerbang paduraksa kecil yang mengapit tangga naik.

Pada bagian teras tertinggi terdapat dua bangunan candi untuk pemujaan, diperkirakan kepada Dewa dan Dewi. Masing-masing candi ini mempunyai ukuran kira-kira 8,18 m × 8,18 m dengan tinggi 9,05 mm. Hotel Murah di Jogja Bangunan candi-candi utama ini tidak mempunyai pintu masuk, sehingga upacara pemujaan diperkirakan dilakukan di luar bangunan. Ketika ditemukan, candi ini telah runtuh.

Tentang Pemugaran Candi Barong Jogja

Candi Barong Jogja - Hotel Murah di Jogja
Candi Barong Jogja – Hotel Murah di Jogja

Pemugaran dimulai 1987 dengan menyusun kembali dua candi utama. Pemugaran selesai 1992, dilanjutkan dengan pemugaran talud dan pagar. Selama pemugaran ditemukan arca Dewa Wisnu dan Dewi Sri. Berbeda dengan candi-candi lainnya di Jawa Tengah, Candi Barong merupakan bangunan punden berundak, yaitu model bangunan suci pada masa prahindu. Tour candi ini terdiri atas teras bersusun tiga, makin ke atas main sempit. Hotel Murah di Jogja Luas teras pertama adalah 90 x 63 m2, sedangkan teras kedua adalah 50 x 50 m2. Dilihat dari letak tangga naik dari teras ke terasnya, candi Hindu ini menghadap ke barat. Di pertengahan sisi barat terdapat tangga naik dari teras pertama ke teras kedua setinggi sekitar 4 m dengan lebar 3 m.

Selain itu ditemukan satu arca Ganesha dan beberapa peripih kotak terbuat dari batu dan batu putih. Dalam salah satu peripih terdapat lembaran-lembaran perak dan emas bertulisan, namun tulisan itu sudah tak terbaca. Mendampingi peripih ditemukan pula sejumlah perlengkapan rumah, seperti mangkuk dll. Pemujaan terhadap Wisnu merupakan keistimewaan kompleks candi ini. Umumnya, candi-candi Jawa Tengah memuja Dewa atau bersifat Syiwaistis. Hotel Murah di Jogja Selain itu, dengan pusat pemujaan terletak paling timur juga tidak umum bagi candi-candi dari masa Medang, yang biasanya bangunan utamanya berada di pusat kompleks. Hanya Candi Ijo yang memiliki karakteristik sama. Struktur berundak ini dianggap sebagai ekspresi asli Indonesia. Corak sinkretik juga tampak dari pemujaan terhadap Dewi Sri. Tour Candi ini mendapatkan nama ‘barong’ karena bangunan utama candi memiliki hiasan pada setiap relung seperti umumnya candi di Jawa, yang mirip dengan Barong.

Candi Barong Terlihat dari Belakang - Hotel Murah di Jogja
Candi Barong Terlihat dari Belakang – Hotel Murah di Jogja

Dalam prasasti tersebut diceritakan tentang seorang raja bernama Sri Kumbaja atau Sri Kalasodbhava yang membangun tiga ‘lingga’, yaitu Krttiwasalingga dengan pendamping Dewi Sri, Triyarbakalingga dengan pendamping Dewi Suralaksmi, dan Haralingga dengan pendamping Dewi Mahalaksmi. Diperkirakan bangunan yang dimaksud adalah Candi Barong. Tour dalam Prasasti Pereng (863 M), yang juga ditulis dalam bahasa Sansekerta dengan menggunakan huruf Jawa kuno, disebutkan bahwa pada tahun 784 Saka (860 M) Rakai Walaing Pu Kumbhayoni menganugerahkan sawah dan dua bukit di Tamwahurang untuk keperluan pemeliharaan bangunan suci Syiwa bernama Bhadraloka. Para ahli berpendapat bahwa Sri Kumbaja atau Sri Kalasodbhava adalah Pu Kumbhayani dan bangunan Syiwa yang dimaksud adalah Candi Barong.Hotel Murah di Jogja

 

Candi Sambi Sari - Hotel Murah di Jogja
May15

Candi Sambisari, Keindahan Yang Tersembunyi Dibawah Tanah

Candi Sambi Sari - Hotel Murah di Jogja
Candi Sambisari – Hotel Murah di Jogja

Hotel Murah di Jogja. Yogyakarta sebagai salah satu kota yang terkenal dan juga sebagai salah satu daerah yang paling sering dikunjungi olah wisatawan baik lokal maupun mancanegara, Yogyakarta menjadi salah satu kota yang kaya akan tempat wisata, mulai dari wisata sejarah, wisata budaya, wisata kesenian, wisata belanja, dan masih ada banyak lagi wisata yang ditawarkan oleh Kota Yogyakarta ini. Candi Sambisari adalah candi Hindu (Siwa) yang berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, kira-kira 12 km di sebelah timur kota Yogyakarta ke arah kota Solo atau kira-kira 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan.

Ditemukannya Candi Sambisari

Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Candi Sambisari merupakan salah satu candi peninggalan nenek moyang, tepatnya dari kerajaan Mataram Hindu dari Wangsa Sanjaya. Hotel Murah di Jogja Candi ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Rakai Garung mulai pada sekitar awal abad ke sembilan. Setelah berabad- abad tertimbun tanah akibat letusan dahsyat Gunung Merapi pada tahun 1006 seperti yang terjadi juga pada sebagian besar candi di wilayah Jogjakarta ini, Candi Sambisari akhirnya ditemukan kembali pada Tahun 1966.

Candi Sambisari - Hotel Murah di Jogja
Candi Sambisari – Hotel Murah di Jogja

Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani di Desa Sambisari dan dipugar pada tahun 1986 oleh Dinas Purbakala. Hotel Murah di Jogja Nama desa ini kemudian diabadikan menjadi nama candi tersebut. Posisi Candi Sambisari terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kemungkinan tahun 1006). Hal ini terlihat dari banyaknya batu material volkanik di sekitar candi.

Di puncak tangga terdapat gerbang paduraksa dengan bingkai dihiasi pahatan motif kertas tempel. Kaki bingkai dihiasi pahatan kepala naga menghadap ke luar dengan mulut menganga. Hiasan yang sama juga terdapat di pintu masuk ke ruangan dalam, namun di ambang pintu ruangan terdapat pahatan Kalamakara tanpa rahang bawah. Pada masing-masing sisi dinding luar tubuh candi terdapat relung berisi arca. Hotel Murah di Jogja Syiwa yang digambarkan sebagai sosok pria bertangan dua dan berjenggot sedang berdiri di atas padma. Di sebelah kanannya terdapat sebuah trisula, tombak bermata tiga yang merupakan senjata Syiwa. Arca ini mirip dengan Arca Syiwa Mahaguru yang terdapat di relung selatan Candi Syiwa di Kompleks Candi Prambanan, hanya saja tubuhnya lebih ramping.

Durga di Candi Sambisari

Arca Ganesha yang terdapat dalam relung timur juga mirip dengan Arca Ganesha yang terdapat di relung timur Candi Syiwa. Ganesha digambarkan dalam posisi bersila di atas padmasana (singgasana bunga teratai) dengan kedua telapak kaki saling bertemu. Hotel Murah di Jogja Perbedaannya ialah telapak tangan kanan arca ini menumpang di lutut dalam posisi tengadah, sementara telapak tangan kiri menyangga sebuah mangkok. Ujung belalai seolah menghisap sesuatu dari dalam mangkok.

Dalam ruang utara terdapat Arca Durga Mahisasuramardini, yaitu Durga sebagai dewi kematian. Seperti yang terdapat di Candi Syiwa di Prambanan, Durga juga digambarkan sebagai dewi bertangan delapan dalam posisi berdiri di atas Lembu Nandi. Hotel Murah di Jogja Satu tangan kanannya dalam posisi bertelekan pada sebuah gada, sedangkan ketiga tangan lainnya masing-masing memegang anak panah, pedang dan cakram. Satu tangan kirinya memegang kepala Asura, sedangkan ketiga tangan lainnya memegang busur, perisai dan bunga. Berbeda dengan yang terdapat di Candi Syiwa, Asura, raksasa kerdil pengiring Durga, di Candi Sambisari digambarkan dalam posisi berlutut.

Durga di Candi Sambisari juga digambarkan lebih sensual, dilihat dari posisi berdirinya, kain penutup pinggul yang pendek sehingga memperlihatkan pahanya, payudara yang lebih menonjol, serta senyum yang menghiasi bibirnya. Dengan dikelilingi oleh pagar batu dengan ukuran 50 m x 48 m, kompleks ini mempunyai candi utama didampingi oleh tiga candi perwara (pendamping). Pada bagian luar dinding bangunan utama terdapat relung yang berisi patung Durga Mahisasuramardini (di sebelah utara), patung Ganesha (sebelah timur), patung Agastya (sebelah selatan), dan di sebelah barat terdapat dua patung dewa penjaga pintu: Mahakala dan Nandiswara. Di dalam candi utama terdapat lingga dan yoni dengan ukuran cukup besar. Pada saat penggalian ditemukan berbagai benda lainnya di antaranya adalah beberapa tembikar, perhiasan, cermin logam, serta prasasti.Hotel Murah di Jogja

 

Bermalam di Pesisir Pantai Pok Tunggal - Hotel Murah di Jogja
May10

Surga Tersembunyi di Gunungkidul Yogyakarta

Surga Tersembunyi di Gunungkidul - Hotel Murah di Jogja
Surga Tersembunyi di Gunungkidul – Hotel Murah di Jogja

Hotel Murah di Jogja. Pantai Pok Tunggal merupakan suatu kawasan lokasi pantai yang masih berada di kawasan Gunungkidul, Yogyakarta. Pantai ini sangat indah sekali, ditambah pasir putih yang memanjang di sekitar pesisir pantai Pok Tunggal ini. Lokasi Pantai Pok Tunggal ini tepatnya berada di sebuah desa yang bernama Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Kota Yogyakarta. Lokasinya berada diantara Pantai Pulang Syawal (lebih dikenal dengan nama Pantai Indrayanti) dan Pantai Siung. Jadi jika anda berkunjung ke Lokasi Pantai Pok Tunggal, anda juga bisa menikmati panorama pantai yang indah lainnya di Kota Yogyakarta yaitu Pantai Indriyanti maupun Pantai Siung.

Pantai Pok Tunggal ini memiliki panorama yang indah dengan hamparan pasir putih serta perbukitan karst. Pada sisi timur dan barat pantai ini diapit oleh tebing-tebing karang yang menjulang. Pantai Pok Tunggal sendiri tergolong pantai baru. Pantai ini mulai diakses untuk wisatawan sejak bulan Mei 2012. Oleh karena itu kebersihan pantai ini masih sangat dijaga. Bahkan untuk menjaga kebersihan pantai ini akan dikenakan denda sebesar Rp 10.000 jika Anda membuang sampah sembarangan. Hotel Murah di Jogja Nama Pok Tunggal sendiri diambil karena di lokasi pantai ini terdapat pohon langka dan masih kokoh berdiri yaitu Pohon Duras (Pok Tunggal). Satu lagi yang unik dari pantai ini adalah adanya mata air tawar yang berasal dari aliran sungai bawah tanah khas daerah karst. Air ini pula yang dijadikan sebagai sumber air bagi penduduk setempat.

Bermalam di Pesisir Pantai Pok Tunggal

Bermalam di Pesisir Pantai Pok Tunggal - Hotel Murah di Jogja
Bermalam di Pesisir Pantai Pok Tunggal – Hotel Murah di Jogja

Pemandangan pantai akan jauh lebih indah jika dinikmati dari bukit sebelah barat pantai. Selain itu dari balik bukit tebing di sebelah timur, Hotel Murah di Jogja Anda juga akan menjumpai beberapa primata liar yang sedang melompat kesana- kemari. Anda dapat sekedar menikmati pemandangan maupun berenang sepuasnya di batas bibir pantai. Pasir di sini cukup landai, sehingga tempat ini cukup aman untuk berenang.

Menikmati keindahan Pantai Pok Tunggal tidak akan lengkap bila anda tidak meluangkan waktu sejenak untuk menunggu matahari tenggelam di balik cakrawala. Dan tidak bisa dipungkiri juga bahwa disana sangat cocok untuk memasang tenda. Hotel Murah di Jogja Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa orang yang membawa ransel besar yang didalamnya adalah tenda untuk bermalam dipinggir pantai. Asyik juga bermalam di tenda sambil menikmati hembusan angin pantai serta deburan ombak setelah menikmati lembayung senja.

Bila tidak membawa tenda, kita bisa menyewa tenda dome pada penduduk setempat. Namun bila memutuskan untuk pulang malam, namun harus ekstra hati-hati. Jalan sempit dan berbatu itu sekali lagi menantang nyali karena belum dilengkapi lampu penerang sama sekali. Hotel Murah di Jogja Jadi tips jika anda berkesempatan untuk berkunjung ke wisata Pantai Pok Tunggal Ini anda bisa bermalam jika anda membawa tenda, maupun menyewa tenda dari masyarakat sekitar Pantai Pok Tunggal Yogyakarta.

Perjalanan Menuju Pantai Pok Tunggal

Pantai Pok Tunggal - hotel murah di jogja
Pantai Pok Tunggal – hotel murah di jogja

Perjalanan menuju Pantai Pok Tunggal ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau sewa dengan lama perjalanan sekitar dua jam perjalanan. Akses jalan menuju tempat wisata Pok tunggal sudah beraspal namun sekitar satu setengah kilometer sebelum pantai, jalanan masih berupa jalan tanah berbatu. Untuk itu sebaiknya lebih berhati-hati. Dengan kendaraan pribadi rutenya bisa melalui: Yogyakarta – Piyungan – Patuk, Sambipitu –Arah Hutan Bunder – Gading – Logandeng –Siyono – Bundaran Tugu BPD – Jl. Kyai Legi– Jalan Lingkar Selatan – Jl. KRT Djojodiningrat – Jl. Girisubo – Wonosari – Jl. Saptosari – Tepus – Pok Tunggal. Atau bisa juga dari Yogyakarta – Imogiri, Panggang – Jl. Saptosari – Tepus Arah ke Pantai Baron.Hotel Murah di Jogja

goa jomblang - hotel murah di jogja
May08

Pesona Cahaya Surga di Goa Jomblang Gunung Kidul Yogyakarta

goa jomblang - hotel murah di jogja
goa jomblang – hotel murah di jogja

Hotel Murah di Jogja. Goa Jomblang merupakan gua vertikal yang bertipe collapse doline. Goa ini terbentuk akibat proses geologi amblesnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke dasar bumi yang terjadi ribuan tahun lalu. Runtuhan ini membentuk sinkhole atau sumuran yang dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah luweng. Itulah yang membuat unik karena di dalam goa terdapat luas mulut goa sekitar 50 meter ini sering disebut dengan nama Luweng Jomblang, dan inilah tujuan utama dari Goa Jomblang ini.

Goa Jomblang dan Grubug terletak di Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar 8 Km dari Wonosari. Kedua goa ini merupakan goa yang bertipe perpaduan antara goa vertikal dan horizontal. Hotel Murah di Jogja Letak goa yang berada di tengah areal persawahan dengan jalan yang cukup menantang dengan batu- batuan di sepanjang jalan sekitar 2 km dari goa tersebut membuat tempat ini belum begitu banyak terjamah orang kecuali para Pencinta Alam yang melakukan penelusuran goa.

Pancaran Sinar Matahari Yang Menerobos Dari Luweng Grubug

Sinar Matahari Yang Menerobos Dari Luweng Grubug - Hotel Murah di Jogja
Sinar Matahari Yang Menerobos Dari Luweng Grubug – Hotel Murah di Jogja

Goa Jomblang di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Wisata di Jogja sinar matahari yang menerobos masuk dari Luweng Grubug setinggi 90 meter membentuk satu tiang cahaya, menyinari flowstone yang indah serta kedalaman goa yang gelap gulita. Di sini saya juga mendengar air deras mengalir dan ternyata di bagian bawah terdapat sungai yang mengalir. Wisata di Jogja air yang menetes dari ketinggian turut mempercantik pemandangan. Hotel Murah di Jogja tidak salah jika banyak orang terkagum-kagum datang ke sini ketika menyaksikan lukisan alam yang dikenal dengan istilah cahaya surga.

Untuk memasuki Goa Jomblang yang tingginya 60 meter ini diperlukan nyali yang banyak dan selain itu juga diperlukan kemampuan teknik tali tunggal atau (single rope technique) (SRT). Hotel Murah di Jogja siapa pun yang hendak caving di Jomblang wajib menggunakan peralatan khusus yang sesuai dengan standar keamanan caving di goa vertikal dan harus didampingi oleh penelusur goa yang sudah berpengalaman.

Ketika turun sensasi mendebarkan adalah melihat ke dalam gua. Ternyata 60 meter ini sangat dalam dan tinggi juga apalagi turun goa ini sangat perlahan. Hotel Murah di Jogja namun setelah beberapa meter turun rasa panik itu hilang dan berganti rasa yang menyenangkan tidak sabar sampai ke dasar goa. Sampai pertengahan dinding goa, sejauh mata memandang kita melihat perbukitan karst dan pohon jati yang meranggas, sedangkan di perut Goa Jomblang terhampar pemandangan hijaunya hutan yang sangat subur.

Hutan Purba di Kawasan Goa Jomblang

pesona goa jombalng - Hotel Murah di Jogja
pesona goa jombalng – Hotel Murah di Jogja

Aneka lumut, paku- pakuan, semak, hingga pohon-pohon besar tumbuh dengan rapat. Hutan dengan vegetasi yang jauh berbeda dengan kondisi di atas ini sering dikenal dengan nama hutan purba. Goa Jomblang di Kabupaten Gunungkidul, DIY. Hotel Murah di Jogja saat ini Goa Jomblang merupakan tempat konservasi tumbuhan, karena jenis tumbuhan yang berada di mulut goa ini sudah menjadi endemik dan di daratan atas sudah tidak ada lagi jenisnya.

Jomblang dan Grubug ini dihubungkan dengan sebuah lorong sepanjang 300 meter. Semakin jauh berjalan cahaya semakin sirna tetapi kita bisa melihat berbagai aneka ornamen cantik yang menghiasi lorong ini dengan bantuan senter dan penerangan dari guide penelusur gua. Di sini bentuk dinding lorong goa seperti batu kristal, stalaktit, serta stalagmit yang indah. Tidak berasa lama berjalan terdengar suara gemuruh aliran sungai dan seberkas cahaya terang di tengah kegelapan.Hotel Murah di Jogja